Yuk, Kenal Alat Kontrasepsi Lebih Dekat!

Sebenarnya tahukah remaja tentang pengertian alat kontrasepsi? Mungkin sudah banyak yang pernah mendengar apa itu alat kontrasepsi atau AlKon, namun masih ada yang belum paham betul atau masih ada yang sama sekali tidak tahu apa itu alat kontrasepsi. Untuk mengenal lebih dekat, simak uraian berikut ini, yuk!

Nah kita mulai dulu dari Kontrasepsi. Kontrasepsi dibentuk dari dua kata yaitu ‘kontra’ dan ‘konsepsi’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kontra sendiri berarti mencegah; menentang; melawan. Sedangkan konsepsi berarti percampuran antara ovum (sel wanita/sel telur) yang matang dengan sperma (sel pria) sehingga terjadi pembuahan (fertilisasi) yang menimbulkan kehamilan.

Jadi, alat kontrasepsi berarti alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat dari pertemuan ovum yang matang dengan sperma. Mudahnya, alat kontrasepsi ini digunakan sebagai alat untuk menghindari terjadinya kehamilan dan  menghindari penularan penyakit menular seksual (khusus kondom).

Cara kerja Alat Kontrasepsi bermacam-macam, tetapi pada umumnya memiliki fungsi:

  1. Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi (metode hormonal).
  2. Melumpuhkan sperma (metode spermasida).
  3. Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma (metode barrier).

Metode Kontrasepsi Sederhana

       1.  Senggama Terputus

Merupakan metode KB tradisional. Senggama terputus disebut juga ‘azl’ atau coitus interruptus dilakukan dengan cara menghentikan senggama dan mengeluarkan alat kelamin pria sebelum mencapai ejakulasi.

       2.  Pantang Berkala

Dilakukan dengan cara menghitung masa subur dan dengan tidak bersenggama pada saat mengalami masa subur.

Keuntungan dari penggunaan metode kontrasepsi sederhana ini adalah tidak perlu repot-repot datang ke tenaga kesehatan dan tidak memerlukan biaya. Akan tetapi kekurangannya adalah faktor kegagalannya sangat besar, sehingga memungkinkan terjadinya kehamilan.

Metode Kontrasepsi dengan Alat / Obat

        1.  Kondom

kondom

Berbentuk selubung karet yang dipasang pada penis dalam keadaan ereksi, dipakai sebelum berhubungan seksual. Cara kerjanya: mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga sperma tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan. Penggunaan kondom cukup efektif untuk mencegah kehamilan, dengan syarat penggunaannya dilakukan dengan tepat dan benar. Kondom juga sangat istimewa, karena merupakan satu-satunya alat kontrasepsi yang dapat mencegah penularan (HIV AIDS) dan Infeksi Menular Seksual (IMS) dari satu pasangan kepada pasangan yang lain.

        2.  Tisu KB

tisu kb

Tisu KB tergolong Alat Kontrasepsi motode spermasida, karena dapat menyebabkan sperma tidak aktif (lumpuh). Berbentuk selaput (tisu) tipis yang dimasukkan ke dalam vagina. Tisu ini mengandung zat aktif jenis surfaktan yang berfungsi untuk melumpuhkan sperma. Cara menggunakan: dipakai 2 sampai 5 menit sebelum melakukan hubungan seksual. Sebelum memakai, tangan harus dicuci sampai bersih, kemudian dikeringkan. Ambil satu lembar tisu, dibuka lebar, kemudian diremas hingga berbentuk gumpalan kecil, dimasukkan ke dalam vagina dengan cara mendorong gumpalan tisu dengan jari hingga menyentuh mulut rahim. Keuntungannya, mudah didapat, murah, dan juga zat aktifnya dapat mencegah beberapa penularan penyakit, seperti jamur.

        3.  Diafragma

diafragma

Terbuat dari karet berbentuk kap bulat cembung yang dimasukkan kedalam vagina sebelum melakukan hubungan seksual. Berfungsi untuk menutup rahim sehingga dapat menekan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas.

4.  IUD (Intra Uterine Devices) atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

IUD

AKDR terbuat dari plastik atau plastik dan tembaga, diletakkan di dalam rahim. AKDR berfungsi untuk mencegah pertemuan sperma dengan ovum. Keuntungan pemakaian AKDR yaitu sangat efektif, praktis, dapat dipakai untuk jangka waktu yang lama, tidak mengganggu ASI. Sedangkan efek samping yang akan timbul, diantaranya menstruasi tidak teratur, menstruasi berlangsung lama, perdarahan ringan, kadang bisa menimbulkan infeksi rongga panggul.

        5.  Pil  KB

pil-kb

Suatu cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk pil/tablet di dalam strip yang berisi gabungan hormon estrogen dan hormon progesteron atau yang hanya terdiri dari hormon progesteron saja. Pil KB harus diminum setiap hari 1 tablet secara teratur sesuai dengan yang tertera dalam strip, supaya dapat mencegah kehamilan. Dengan meminum pil KB setiap hari, maka tidak akan terjadi ovulasi atau pelepasan sel telur oleh indung telur. Tanpa ovulasi tentu saja tidak akan terjadi kehamilan.

6.  Suntik KB

suntik kb

Berfungsi untuk mencegah lepasnya sel telur dari indung telur wanita, dan mengentalkan lendir mulut rahim, sehingga spermatozoa (sel mani) tidak dapat masuk ke dalam rahim. Suntik KB harus dilakukan secara teratur (setiap bulan, dua bulan, atau tiga bulan). Kalau digunakan dengan baik, suntik KB memiliki efektifitas yang dapat menyamai vasektomi dan tubektomi.

7.  AKBK (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit)/Implant/Susuk KB

implant

AKBK merupakan kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit. Dengan disusupkannya implan dibawah kulit, setiap hari secara tetap dilepaskan suatu hormon levonorgestrel ke dalam darah melalui proses difusi dari kapsul-kapsul yang terbuat dari bahan silastik tersebut, sehingga dapat menghambat terjadinya ovulasi.

Metode Kontrasepsi Modern

Kontrasepsi Mantap (Kontap)

Salah satu kontrasepsi dengan tindakan pembedahan pada saluran telur wanita atau saluran mani yang mengakibatkan orang atau pasangan yang bersangkutan tidak akan memperoleh keturunan lagi. Dikatakan sebagai Kontrasepsi Mantap, karena yang bersangkutan harus memantapkan

1.  Vasektomi : prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan operasi kecil sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi.

vasektomi

2.  Tubektomi :  prosedur bedah suka rela untuk menghentikan fertilitas seorang perempuan secara permanen. Caranya yaitu dengan memotong dan mengikat saluran sel telur (tuba falopi), sehingga sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma dan kehamilan pun tidak akan terjadi. Tindakan ini tidak akan mempengaruhi haid dan setelah tubektomi ibu masih mendapat haid tapi tidak dapat mempunyai anak lagi.

tubektomi

 

Ari/ KISARA

Leave a Replay

2 thoughts on “Yuk, Kenal Alat Kontrasepsi Lebih Dekat!”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top