Profil Kisara

14 Mei 1994 KISARA dibentuk oleh para relawan remaja dan beberapa pemerhati remaja, diantaranya Prof Wimpie Pangkahila, dokter Mangku Karmaya, dan tokoh lain. Tujuan dibentuknya KISARA adalah untuk meningkatkan partisipasi remaja dan pemberdayaan remaja untuk terlibat bersama menghadapi berbagai permasalahan kesehatan reproduksi dan seksualitas, seperti meningkatnya angka hubungan seks pranikah yang tidak aman, kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual,HIV-AIDS hingga penyalahgunaan narkoba.

Saat ini Kisara telah berganti kepengurusan yang baru, kepengurusan Kisara PKBI Bali 2023/2025 hadir untuk mencapai visi Kisara dengan melanjutkan misi-misinya yang terdahulu, namun dengan konsep dan arah gerak yang baru bertajuk GRoW (Get Reflection of World) dengan harapan untuk dapat mengajak lebih banyak anak muda untuk bertumbuh bersama serta mengekspansi ruang lingkup kerja Kisara PKBI Bali dalam cakupan yang lebih luas lagi.

VISI

Membentuk “remaja bertanggung jawab” dengan pendekatan dari, oleh, dan untuk remaja.

MISI

Pemberian KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) oleh relawan Kisara dan melakukan berbagai aktivitas-aktivitas pemberian informasi yang dikemas dengan pendekatan meremaja (konsep edutainment; edukasi dan entertainment).

Arah Gerak Kisara GRoW

Glorious

Pemberian KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) oleh relawan Kisara dan melakukan berbagai aktivitas-aktivitas pemberian informasi yang dikemas dengan pendekatan meremaja (konsep edutainment; edukasi dan entertainment).

Obvious

Alur yang jelas dan sistematis dalam kolaborasi pada ruang lingkup internal maupun eksternal.

Reflection

Refleksi secara individual maupun komunal terkait setiap aktivitas dalam upaya evaluasi untuk implementasi yang lebih baik.

Willingness

Kesediaan untuk bertugas dengan penuh integritas sebagai seorang relawan.

Scroll to Top