REMAJA JUGA BISA STRES

STRES

Kak, aku kesel dan GALAU banyak masalah yang terjadi di hidupku aku juga sering minder banyak  tugas yang belum aku selesaikan kadang aku juga stress tingkat tinggi ngadepin pacarku marah-marah bilang aku gak ada waktu buat dia. Aku harus bagaimana kakak ?

Ketut, 081338228xxx

Ni Luh Pasek Ayu Ningsih

Relawan KISARA PKBI  Bali

Stres ternyata tak mengenal usia. Siapa pun bisa terserang, termasuk remaja. Nah, apa yang harus kita lakukan kalau kita mengalaminya?

Ada banyak hal yang membuat remaja stres. Terkadang, penyebabnya adalah hal-hal besar yang tak terduga. Misalnya karena perceraian oramg tua, sedang “patah hati”, atau baru mengalami kecelakaan. Bisa juga penyebabnya “cuma” masalah-masalah umum dalam kehidupan sehari-hari seperti masalah pacar dan tugas sekolah atau kampus.

Fase awal dunia remaja bisa merupakan masa yang membuat stres, tidak saja bagi sang remaja baru, tetapi juga orang tua dan orang dewasa yang harus hidup bersamanya. Pasalnya, kita sedang berkutat mengatasi tantangan dari pertumbuhan diri kita. Kita melalui masa pubertas alias pancaroba, harus memenuhi harapan-harapan yang berbeda dari orang lain, sementara kita juga masih harus mengatasi perasaan-perasaan yang mungkin belum pernah kita alami sebelumnya.

Bahkan banyak juga yang sesungguhnya merasa cemas dengan perpindahan kita dari dunia sebelumnya ke dunianya yang baru, yakni dunia remaja. Kalau pada saat seperti ini sang remaja juga menghadapi hal-hal yang lebih berat, seperti ada anggota keluarga yang meninggal atau keluarga harus pindah ke kota lain, maka situasinya bisa makin buruk.

Kebanyakan remaja dapat mengatasi tantangan-tantangan ini dengan baik dan bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat. Namun, ada juga yang mengalami kesulitan dalam proses pertumbuhan. Akan tetapi, stres juga tak selalu berdampak negatif. Sebab, ada juga stres yang justru bisa meningkatkan motivasi kerja seseorang. Biasanya yang seperti ini stres-nya masih dalam taraf normal. Tapi ketika stresnya sangat tinggi, akan membuat orang tidak berdaya, atau malah membuat orang bertingkah laku di luar kebiasaan. Bagi beberapa remaja, penyebab stres biasanya terkait dengan hal-hal yang mereka harapkan. Misalnya, orang tua berharap anaknya berprestasi bagus di sekolah, tapi ternyata si anak tidak mampu memenuhi harapan itu. Anak pun jadi stres. Itu salah satu penyebab stres untuk remaja.“Remaja sangat aware dengan kata orang lain padanya. Apalagi, jika orang lain mengomentari penampilannya. Mereka menjadi sangat kritis. Untuk remaja putri, jerawat tumbuh satu saja, mereka sudah pusing. Mereka umumnya heboh dengan segala sesuatu yang kasat mata,” Biasanya, remaja bergaul karena ada kepentingan-kepentingan tertentu, misalnya saja karena hobi. Ada yang main musik, berorganisasi, atau olah raga. Tapi orang tua kadang tidak melihat bahwa hobi anaknya itu positif.

PENYEBAB STRES

Bicara tentang stres, kita pun kontan akan berpikir, bagaimana seharusnya kita menghadapi masalah yang rumit ini? Apalagi bila masalahnya memang berat, seperti perceraian orang tua atau putus cinta. Ada dua hal penting yang dinasihatkan oleh para pakar. Bagi para remaja, mengatasi setumpuk masalah dalam waktu singkat adalah jauh lebih sulit dibandingkan mengatasi satu masalah saja.

Stres dan ketegangan yang berlangsung dari hari ke hari juga bisa lebih berat dibandingkan peristiwa-peristiwa besar dalam hidup. Apabila peristiwa-peristiwa besar menyebabkan stres, maka ini lebih karena adanya penyimpangan atau perubahan dalam kehidupan remaja sehari-hari.

Penyebab utama stres pada remaja kelas enam SD sampai kelas tiga SMP kebanyakan adalah masalah yang menyangkut teman sebaya (termasuk “cinta monyet”), masalah keluarga, hubungan dengan orang tua, atau masalah yang berkaitan dengan sekolah atau perasaan tertekan, atau tingkah-laku (merasa depresi atau kesepian, atau mendapat masalah akibat perbuatan sendiri).

Benar bahwa ini semua adalah masalah rutin bagi remaja. Namun, setiap remaja akan menghadapi pemicu stres (stressor) yang berbeda, karena kita tinggal di lingkungan yang berbeda. Ada yang tinggal di lingkungan dengan tingkat kriminalitas dan kekerasan yang tinggi. Yang lain mungkin tinggal di lingkungan yang terisolasi atau di daerah pedesaan.

GEJALA STRES PADA REMAJA

Beberapa gejala-gejala stres pada remaja antara lain:

a. Hilang minat terhadap kegiatan yang disenangi.

b. Hilang selera makan, yang berujung pada penurunan berat badan.

c. Terlihat lelah, atau kekurangan energi. Memiliki perasaan tidak berharga dan tidak memiliki harapan.

d. Rasa bersalah yang tidak pada tempatnya.

e. Tidak mampu berkonsentrasi dan berpikir jernih.

  1. Melankolik (rasa sedih berlebihan) yang biasanya disertai bangun pagi terlambat dua jam dari biasanya, rasa tidak berdaya di pagi hari dan bergerak lebih lamban.

g. Pusing atau sakit perut.

  1. Mempunyai keinginan atau harapan untuk mati, bahkan bunuh diri.

MENGENDALIKAN EMOSI

Cara remaja bereaksi terhadap stres sebetulnya mirip dengan cara orang dewasa. Reaksi-reaksi yang umum misalnya merasa takut, cemas, sedih, dan marah. Tingkah-laku remaja yang mengalami stres mungkin berubah, tetapi pada umumnya tiap remaja bereaksi dengan cara yang berbeda. Ada remaja yang menjauhkan diri dari orang lain, ada yang menyerang orang lain, dan ada pula yang secara aktif mencari kenyamanan dari orang lain.

Namun, ada suatu pola umum dalam sikap pemecahan ini. Cara pertama adalah problem solving atau memecahkan permasalahan dengan mengubah situasi atau menghindari masalah. Cara yang lainnya adalah managing emotions atau mengelola emosi yang meliputi pengontrolan pikiran dan perasaan. Kedua metode ini bisa efektif, tergantung pada apa masalahnya dan kapan masalah tersebut mulai timbul.

Bahkan orang yang melihat sisi positif dari situasi sulit dan ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang menyenangkan cenderung lebih mampu menyesuaikan diri. Terkadang juga dibutuhkan perencanaan atau kemampuan (skill) baru. Misalnya, yang nilai sekolahnya rendah perlu belajar duduk secara tekun, membaca dan mengatur waktu untuk merampungkan setiap tugas.

Cara pertama menghadapi masalah yang tak bisa dikendalikan adalah dengan mengendalikan emosi diri sendiri. Resep ini juga jitu untuk menghadapi segala masalah yang baru muncul. Langkah awalnya adalah curhat, menghindar, dan membuat selingan. Untuk itu, remaja sering memilih mendengarkan musik dan menonton tv.

Cara lain adalah menemukan hikmah atau makna dari pengalaman tersebut. Kita harus paham bahwa sesuatu yang baik dapat timbul dari suatu masalah. Akhirnya, melakukan sesuatu yang menyenangkan dapat menghilangkan stres. Cara ini ibarat “mengisi ulang baterai”, sehingga kita bisa berdaya kembali dalam mengatasi stres.

MENGATASI STRES PADA REMAJA

Stres pada remaja dapat diatasi baik di dalam maupun di luar rumah. Langkah pertama dalam mengatasi stres pada remaja adalah mengidentifikasi penyebab dari stres mereka. Dugaan bahwa tidak ada alasan fisik untuk stres pada remaja harus dihindari. Remaja harus diizinkan untuk berbicara dengan bebas tentang masalah mereka dan mereka harus diberi dukungan. Orang dewasa disekitarnya harus membantu dan mengajarinya tentang metode penghilang stres dan membuat target yang realistik untuk kegiatan kurikuler ataupun ekstrakurikuler mereka. Orang tua atau guru harus meminta remaja untuk mendefinisikan stres menurut mereka, memberikan contoh suatu kejadian dan menanyakan tentang respon mereka terhadap kejadian itu. Berikan saran tentang respon stres yang normal dan jelaskan tentang cara untuk menangani stres. Terangkan kepada mereka bahwa stres yang berbeda akan memberi respon yang berbeda pada orang yang berbeda. Juga beri masukan untuk menghindari metode yang tidak sehat dalam mengatasi stres seperti bertengkar, penggunaan alkohol atau narkoba. Selama dalam keadaan stres yang dialaminya, dukungan penuh harus diberikan oleh orang-orang di sekitarnya. Remaja, seperti anak-anak dan beberapa orang dewasa belumlah siap untuk mengatasi masalah-masalah besar sendirian.

Menolong seorang teman yg bermasalah kadang-kadang dapat membuat kita merasa putus asa atau frustrasi. Perhatikanlah tingkat stres kita dan jagalah diri baik-baik. Jangan ragu untuk mencari pertolongan dari orang lain, lebih-lebih bila kamu merasa pusing dan tidak dapat menghadapinya.

Editor: I Gusti Ngurah Edi Putra

Leave a Replay

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top