Pelatihan Terkait Respon Terhadap Keadaan Krisis: Media Sosial dan Layanan KESPRO

 

Gempa Bumi, Tsunami, Gunung Meletus, Erupsi. Istilah-istilah itulah yang menjadi pembicaraan di media-media baik di televisi, radio, media cetak dan bahkan media sosial. Sahabat Kisara, pernahkah kalian berpikir bahwa setiap orang bisa ikut dan memiliki andil dalam respon bencana-bencana tersebut? Pastinya iya dong sahabat Kisara, kita sebagai relawan di Kisara juga punya peran tersendiri lo disana.

Pada tanggal 26 sampai 28 Agustus PKBI bersama IPPF (International Planned Parenthood Federation) mengadakan pelatihan terkait bagaimana melakukan tanggapan-tanggapan saat keadaan krisis dan bencana, pada pelatihan ini juga diadakan bagaimana penggunaan media sosial yang baik saat keadaan-keadaan krisis. Berikut sedikit rangkuman dalam pelatihan yang diikuti oleh perwakilan-perwakilan dari PKBI Pusat, PKBI Bali, PKBI NTB, PKBI NTT, PKBI Lampung, serta PKBI Sulteng yang bertempat di Hotel Berry Biz Sunset Road.

Pada hari pertama, terdapat kesempatan untuk mendengarkan cerita dan pengalaman dari teman-teman kita yang ada di daerah yang sempat terkena Bencana yaitu dari Kak Kevin DKK yang menceritakan bagaimana pengalamannya melakukan respon saat bencana di Sulawesi Tengah khususnya Palu dan Donggala serta cerita dari yang akrab disapa Bang Jack juga menceritakan bagaimana kronologis dan tanggapan-tanggapan saat gempa di Lombok beberapa waktu lalu. Selain itu pada hari pertama juga diperkenalkannya IPPF oleh Mathew dan Scott terkait peran IPPF terhadap respon bencana dan kesehatan reproduksi, kemudian dilanjutkan tentang bagaimana fase-fase dalam keadaan krisis dan bagaimana manajemen programnya khususnya bagaimana agar adanya layanan kesehatan reproduksi. Kegiatan ini sendiri juga dibimbing oleh Mas Muhe dari PKBI Pusat yang senantiasa menemani para peserta pelatihan dalam menerima materi.

 

Pada hari kedua para peserta diajak untuk bagaimana menggunakan media sosial yang benar dalam keadaan krisis, materi ini sendiri dibawakan oleh Kak Fe dengan begitu menarik, selain itu satu hal yang paling diingat selain bagaimana seharusnya kita sharing sesuatu terkait bencana, para peserta juga diajarkan bagaimana agar si penerima merasa termotivasi dan tidak justru menjadi semakin sedih saat mendapat sebuah informasi di media sosial. Pada hari terakhir, materi dibawakan secara bergantian oleh Mathew dan Scott terkait bagaimana implementasi respon pada bencana juga tentang apa itu Intersectionality dan Identity yang pastinya berhubungan dengan respon saat keadaan-keadaan krisis dan hambatan ataupun kerentanan dalam layanan kesehatan seksual dan reproduksi serta konseling di dalamnya.

Masih begitu banyak materi dan hal-hal yang bisa dijelaskan terkait kegiatan pelatihan selama tiga hari tersebut, bukan hanya materi-materi yang dibawakan Scott dan Mathew ataupun Kak Fe tetapi juga bagaimana seharusnya kita bertindak dan menyadari bahwa begitu besarnya peran remaja terkait berbagai hal khususnya bagaimana layanan kesehatan reproduksi dapat ada saat keadaan krisis dengan menjaring anak muda untuk ikut mewujudkannya. Anak muda sendiri memiliki kekuatan dalam hal itu, yaitu dapat menjangkau lebih luas dalam menjaring dan mengajak remaja lain untuk bertindak.

Ade (Relawan KISARA)

Leave a Replay

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top