Ceria Bersama Relawan dalam Retreat KISARA

DSC_1607

Here finally comes this February end..  Thanks for all sweet memories

and  I will miss those moment

Kalimat tersebut menjadi kalimat yang tepat untuk kegembiraan sepulang retreat pada 24 Februari lalu. Retreat sebagai program divisi Resources and Fundraising (REFUND) ini merupakan agenda tahunan KISARA sebagai ajang berkumpul seluruh relawan. Pada awalnya kegiatan ini bertujuan untuk ‘buka-bukaan’, maksudnya membongkar segala keluh kesah tentang diri sendiri maupun teman dan kepengatan menjalani rutinitas/ kegiatan sehari-hari dalam organisasi, namun setelah retreat selesai segala keluh kesah tersebut wajib untuk dilupakan dan hanya menjadi masukan untuk perbaikan kualitas diri maupun organisasi.

DSC_1388

Seiring dengan perjalanan waktu, retreat berkembang sebagai ajang refreshing dan sharing pengalaman selama kegiatan setahun terakhir. Tentu saja, tanpa melupakan esensi retreat pada awalnya. Hal itu juga menjadi tujuan retreat tahun ini yaitu sharing informasi (terutama terkait dengan kegiatan yang telah dilakukan KISARA selama satu tahun terakhir), sebagai ajang refresing bagi para relawan setelah sibuk dengan rutinitas kegiatan KISARA maupun individu, sebagai ajang untuk mengakrabkan diri antar relawan dari berbagai angkatan, dan sebagai ajang ‘buka-bukaan’ (eits, jangan mikir yang lain ya. ‘buka-bukaan’ disini maksudnya seperti yang telah di jelaskan diatas loo..).

Retreat yang diselenggarakan pada tanggal 23 dan 24 Februari 2013 ini merupakan retreat yang seharusnya berjalan di bulan Desember 2012. Mempertimbangkan cuaca yang tidak bersahabat dan kesibukan relawan di bulan Desember membuat retreat ini diselenggarakan di tahun 2013 sesuai dengan kesepakatan relawan.

DSC_1425

Berhubung tujuan dari kegiatan ini adalah refreshing, maka kegiatan inipun dilakukan di luar Denpasar yaitu di salah satu Villa di kawasan Bedugul. Sebanyak 21 orang hadir dalam acara ini. Seluruh relawan yang mengikuti acara ini berkumpul di KISARA, jalan Gatot Subroto IV/6 Denpasar pukul 08.00 WITA. Akan tetapi, karena beberapa alasan beberapa orang relawan menyusul langsung ke TKR (Tempat Kegiatan Retreat).

Sebelum berangkat pukul 10.00 WITA, seluruh relawan melakukan persembahyangan bersama untuk kelancaran acara kali ini. Dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam 30 menit, semua rombongan sampai di tempat tujuan menjelang makan siang. Nah, sesuai dengan jam biologis yang dimiliki, maka perut pun meminta diisi sehingga sebelum memulai acara pertama retreat,  seluruh relawan mengisi bahan bakar dengan makan siang.

DSC_1453

Menjelang pukul 14.00 WITA, cuaca tampaknya sedikit tidak bersahabat. Hujan rintik-rintik membasahi rumput halaman villa tempat relawan menginap. Namun, hujan bukanlah halangan bagi relawan yang selalu penuh semangat. Dibarengi dengan gerimis, relawan tetap melakukan kegiatan pertama retreat yaitu outbond.

Dipandu langsung oleh Koordinator KISARA yang akrab disapa Mae, outbond berlangsung sangat seru. Hal itu terlihat dari tawa seluruh relawan dan usaha mereka memenangkan permainan seperti menangkap belut, menjaga lilin, memakan biskuit, dll. Dengan usaha keras seluruh tim, permainan akhirnya dimenangkan oleh kelompok Ughlalaa. Kelompok yang dikomandani oleh Cakra dan berpersonil Herby, Angga, serta Dea berhasil mengalahkan 3 kelompok lainnya.

DSC_1458

Setelah berteriak dan berusaha bersaing dengan mempertahankan kekompakan tim dalam outbond, seluruh relawan memiliki waktu kurang lebih 3 jam untuk membersihkan diri, makan malam dan mempersiapkan acara puncak retreat. Acara puncak Retreat yang merupakan rapat tahunan (interen) KISARA dimulai menjelang pukul 20.00 WITA. Seperti acara-acara KISARA lainnya, kegiatan dibuka oleh Direktur Eksekutif  PKBI Bali, Bapak Ketut Sukanata. Dilanjutkan dengan pemaparan kegiatan KISARA selama tahun 2012 dari Koordinator KISARA. Sebelum ditutup, acara ini meminta masukan dari seluruh relawan yang hadir.

DSC_1519

Hidup itu yang penting bukan seberapa banyak hal yang kita dapatkan, namun seberapa banyak hal yang mampu kita berikan (pada orang lain)”.

Salah satu masukan dari dr. Oka Negara yang dapat dirangkum sebelum rapat berakhir. Rapat diakhiri dengan pemutaran Trailer film pendek KISARA berjudul “Biarkan Aku Mencobanya”.

DSC_1580

Walaupun rapat telah berakhir, namun acara retreat belum berakhir. Acara dilanjutkan dengan tukar kado yang telah dibawa oleh para relawan, dan pembacaan pemenang 14 Kategori ‘unik’ KISARA AWARD bagi relawan. Empat belas kategori tersebut adalah relawan ter-pintar, ter-gawat, ter-judes, ter-rajin, ter-lebay, ter-seksi, ter-fashionable, ter-pelit, ter-gaul, ter-lucu, ter-lemot, ter-multitalenta, ter-cerewet, dan Relawan of The Year.

DSC_1611

Mencari orang-orang pintar di KISARA tentunya bukan hal yang sulit, namun ada beberapa orang yang benar-benar pintar diantara yang lain. Mae, Prema, Ratna, Dian dan Daniv dipercaya oleh relawan lain sebagai relawan terpintar sehingga memasukkan mereka sebagai nominasi relawan ter-pintar. Kategori ini dimenangkan oleh Ratna. Selain itu, Ratna juga mengalahkan nominator lain yaitu Cakra dan Mae dalam kategori relawan ter-cerewet.

KISARA sebagai youth center tentunya memiliki remaja-remaja yang peduli akan kehidupan remaja. Selain kepedulian yang mereka miliki, orang-orang berbakat juga dapat ditemui disini, karenanya kali ini dibuat kategori relawan ter-multitalenta. Ada 9 orang yang dipercaya relawan lainnya sebagai orang ter-multitalenta yaitu Mae, Prema, Wida, Ratna, Ita, Cakra, Zeni, Dodok dan Tia. Hanya selisih satu suara dengan Mae, Wida berhasil menjadi pemenang. Selain sebagai relawan multitalenta, ia juga dipercaya sebagai relawan ter-seksi mengalahkan 6 nominator lainnya yaitu Gek Lan, Dodok, Cakra, Dian, Ita, dan Santika. Tidak cukup 2 kategori, Wida yang memiliki suara emas ini dipercaya juga menyambet kategori lainnya yaitu sebagai relawan ter-lemot.

DSC_1650

Kegiatan yang cukup menyita waktu yang dimiliki setiap relawan, tidak membuat mereka tidak memperhatikan penampilan dan tidak fashionable. Oh, jangan salah, justru ada banyak sekali orang-orang fashionable di KISARA. Mereka adalah Gek lan, Wida, Mae, Ita, Devi, Ari Dewiyanti, Dodok, Nindi, Dian, Ratna dan Daniv. Yah, walaupun ada banyak, tentu harus ada 1  yang ter-fashionable. Hanya selisih dua suara dengan Dodok dan Wida, satu relawan yang sering on air mengisi talkshow (radio) KISARA ini dinobatkan sebagai relawan ter-fashionable. Ia adalah Ita.

Nominasi ter-ramah akan menjadi hal yang familiar di KISARA, sehingga dalam kategori yang satu ini, pemenang yang dicari adalah relawan ter-judes. Ada 10 orang relawan yang dinominasikan sebagai orang-orang terjudes. Mereka adalah Sarasita, Mae, Dea, Nindi, Cakra, Ery, Prema, Ari Dewiyanti, Ratna dan Wida. Pemenang kategori ini adalah pemenang di KISARA AWARD pada retreat sebelumnya, yaitu Mae. (nb : Walaupun masuk kategori ini pada dasarnya seluruh relawan kisara adalah orang-orang yang ramah dan asyik untuk diajak ngobrol)

DSC_1677

Lucu bukanlah hal yang mudah. Tidak semua orang dapat menjadi orang lucu. Tapi jangan pikir kalau di KISARA hanya penuh orang-orang serius dan tidak bisa melucu. Ada banyak orang lucu di sini. Mereka semua masuk dalam nominasi relawan ter-lucu. Mereka adalah Chaky, Mae, Herby, Ita, Dea, Dodok, Eri, Ari Dewiyanti dan Erni. Pemenang dalam kategori ini adalah Dodok. Bukan hanya lucu, ia juga memenangkan kategori relawan ter-gaul mengalahkan nominator lainnya yaitu Herbi, Sarasita, Ika, Prema, Dea, Mega, Wida, dan Daniv.

Kategori unik lainnya adalah relawan ter-lebay. Ada 8 orang yang masuk dalam nominasi ini. Mereka adalah Mae, Ari Dewiyanti, Sarasita, Cakra, Wida, Dodok, Nindi dan Ita. Hanya selisih satu suara dengan Ari Dewiyanti, Sarasita berhasil menyambet kategori ini.

Selanjutnya adalah kategori relawan ter-pelit. Nominasi kategori ini memiliki nomintor paling sedikit diantara kategori lainnya. Kategori ini hanya ada 3 nominator. Mereka adalah Mae, Cakra dan Daniv. Dengan memblokade hampir seluruh suara, Cakra berhasil memenangkan kategori relawan ter-pelit.

Kategori terakhir, yaitu kategori Relawan of The Year dimenangkan oleh Zeni. Ia dipercaya memenangkan nominasi ini dengan selisih 1 atau 2 suara dengan nominator lainnya seperti Ratna, Prema, Ita, Herby, Angga, Santika, Nindi, dan Dea. Selain itu ia juga mengalahkan Sarasita, Angga, Ery, Nindi, Cakra, Ari Dewiyanti, Mae, Sanistri, dan Wida dalam kategori relawan ter-gawat. Serta memenangkan kategori relawan ter-rajin dari nominator lain seperti Devi, Angga, Dodok, Ita, Nindi, Ari Dewiyanti, Danip dan Mae.

Pembacaan nominasi untuk KISARA AWARD pun usai. Walaupun malam semakin larut, tidak memudarkan semangat semua relawan untuk terus bergembira. Sosis, belut, dan bacon siap di panggang oleh relawan KISARA yang hadir saat itu. Acara ini dilakukan hingga menjelang pagi.

DSC_1738

Setelah melewati hari sabtu dengan banyak aktivitas, seluruh relawan bersiap untuk kembali ke Denpasar. Sebelum kembali, pagi hari seluruh relawan berkumpul terlebih dahulu untuk melakukan refleksi. Dalam refleksi ini, satu persatu relawan menceritakan awal mula mengikuti KISARA dan hal-hal yang di dapatkan serta rencana ke depan untuk kelanjutan KISARA. Dalam refleksi ini seluruh relawan menyatakan bahwa ada banyak hal positif dan pembelajaran yang didapat selama mengikuti KISARA.

Viva Youth, Viva KISARA

 

NB : Sekian cerita retreat kali ini, terima kasih bagi seluruh relawan yang telah meluangkan waktunya untuk ikut bergembira di retreat ini, dan bagi yang belum bisa ikutan semoga bisa mengikuti retreat selanjutnya.

By : Zeni
Foto : Prema

Leave a Replay

3 thoughts on “Ceria Bersama Relawan dalam Retreat KISARA”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top