Bingung bagaimana bersikap pada temanmu yang Transgender? Ini yang harus kamu lakukan dalam perspektif Agama Hindu

is_150904_transgender_800x600

Mendengar kata Transgender untuk saat ini pastinya tidak asing lagi terdengar ya sahabat KISARA, apalagi ditambah dengan isu – isu yang belakangan ini berkaitan dengan ekspresi dan identitas gender muncul di pemberitaan.

Transgender merupakan suatu keadaan saat seseorang memiliki identitas gender atau ekspresi gender yang berbeda dengan seksnya secara biologis. Transgender ada dua jenis yaitu Transwoman (waria), dimana seseorang yang berjenis kelamin laki – laki, namun menganggap dirinya dan berpenampilan sebagai perempuan, sedangkan Transman (priawan) sebaliknya. Bagi kalangan masyarakat di Indonesia transgender merupakan sesuatu yang buruk dikarenakan menurut mereka transgender adalah keadaan yang melanggar nilai-nilai agama, budaya dan undang-undang di Negara Indonesia. Banyak masyarakat mengansumsikan bahwa transgender merupakan dosa besar dan melanggar kodrat yang sudah diciptakan oleh Tuhan, transgender juga dikaitkan sebagai tanda-tanda berakhirnya zaman.

Adanya asumsi dari masyarakat yang memandang bahwa transgender adalah sesuatu yang buruk membuat seorang transgender merasakan tekanan dan keterbatasan bergerak dalam ruang lingkupnya karena adanya cemooh, pengucilan, maupun bentuk tindakan diskriminatif lainnya. Sejatinya seorang transgender memiliki hak asasi manusia sehingga mereka berhak untuk merasa damai dan aman dalam hidupnya.

Masyarakat pun kadang terbentuk menjadi dua kelompok, salah satunya sangat menentang adanya kaum transgender dan yang lainnya mendukung bahwa transgender juga berhak memiliki hidup yang layak seperti manusia lainnya tanpa diskriminasi. Pertemuan yang dilakukan bersama tokoh Hindu akhirnya menjawab keresahan yang timbul di masyarakat akibat perbedaan pendapat mengenai transgender berdasarkan persepsi agama Hindu.

Salah satu tokoh agama yaitu I Nyoman Danyuh dari kementerian agama provinsi Bali menyatakan bahwa dalam agama Hindu setiap manusia diciptakan sebagai makhluk yang utama tidak terkecuali untuk para transgender. Dalam susastra agama Hindu pula menyebutkan bahwa secacat apapun, jika telah dilahirkan sebagai manusia maka ia tetaplah menjadi makhluk yang utama sehingga tidak tepat untuk menempatkan transgender sebagai orang yang rendah ataupun tidak mempunyai nilai.

Peran transgender sebenarnya telah dikenal tidak hanya pada zaman modern sekarang, namun juga telah dikenal pada zaman dahulu. Dibuktikan dengan adanya salah satu tokoh pewayangan dalam agama Hindu yaitu Srikandi yang berwujud sesosok manusia yang dilahirkan sebagai wanita namun juga memiliki sifat seorang pria.

Agama Hindu menyikapi seorang transgender sebagai seseorang manusia seutuhnya dan mengupacarakan mereka dari lahir sampai meninggal dengan cara yang sama dengan manusia lainnya. Hal yang ditekankan adalah bagaimana kita hidup sebagai manusia dalam keharmonisan dengan sesama manusia, seperti salah satu konsep dasar dalam kehidupan beragama hindu yaitu pawongan dalam ajaran Tri Hita Karana.

Bijak sebenarnya jika kita sebagai masyarakat yang hidup berdampingan dengan kaum transgender agar dapat menghormati hak asasi manusia mereka dengan tidak menghakimi atau menganggap bahwa mereka adalah makhluk yang rendah. Bukan juga wewenang kita untuk menentukan dosa atau tidaknya seseorang dalam berbuat, karena karma phala akan tetap berjalan atas kehendakNya. Begitupun yang tercantum dalam susatra hindu, dikutip dari Atharwa Veda III.30.1 yang berbunyi

Wahai manusia, aku telah memberimu sifat – sifat ketulus ikhlasan dan mentalitas yang sama serta perasaan berkawan tanpa kebencian, seperti halnya induk sapi mencintai anaknya yang baru lahir. Demikianlah seharusnya engkau mencintai sesamamu.”

Oleh : Trisna Fedrianti (Relawan Kisara)

Leave a Replay

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top