Seberapa Penting Kita Tahu Tentang Gender?

gender - maret

Sahabat KISARA, pernahkah kalian mendengar kata Gender? Ternyata. masih banyak kawan-kawan kita di luar sana yang salah pengertian mengenai kata gender. Mereka masih menganggap gender sama dengan seks. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh The American Physiological Society, dari bulan Juli 1948 hingga Desember 2000, ada 59 buah artikel yang berisikan kata sex dan/atau gender. Hal itu masih berlanjut hingga bulan Desember 2004 dan jumlah artikel yang berisikan kata sex dan/atau gender berjumlah sebanyak 60 buah (Torgrimson dan Minson, 2005).

Lalu, apa itu gender? Apa perbedaan gender dengan seks? Menurut World Health Organization (WHO), gender mengacu pada karakteristik perempuan dan laki-laki yang dibangun secara sosial—seperti norma, peran dan hubungan antara kelompok perempuan dan laki-laki. Dikarenakan hal tersebut bersifat bentukan sosial, maka gender tidak berlaku selamanya atau dapat diubah-ubah serta berda-beda antara satu tempat dengan lainnya serta dapat dipertukarkan perannya. Berbeda dengan seks yang berarti jenis kelamin, seks tidak dapat dipertukarkan seperti gender. Hal ini karena memang sudah sedari lahir kaum perempuan memiliki vagina dan laki-laki memiliki penis sebagai organ reproduksi mereka.

Gender memiliki keterkaitan penting dengan faktor sosial budaya, ekonomi, agama dan psikologis. Konsep gender menyebabkan terjadinya pembedaan peran, posisi, dan nilai yang diberikan terhadap manusia berdasarkan jenis kelaminnya yang seringkali menimbulkan ketidakadilan. Seberapa penting kita tahu tentang gender? Terkait dengan kesehatan reproduksi, selama ini perempuan banyak dirugikan terutama untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Contohnya tentang keputusan menentukan jumlah anak yang biasanya ada di tangan laki-laki serta tingginya ibu rumah tangga yang mengidap HIV karena suaminya.

Hal tersebut merupakan salah satu bentuk ketidakadilan gender yang sudah umum terjadi di masyarakat Indoneisa. Selain kurangnya pengetahuan tentang gender itu sendiri, kehadiran budaya patriarki di mana laki-laki ditempatkan sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam keluarga menjadi penyebab utama mengapa ketidakadilan gender terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sahabat KISARA, pentingnya kita semua mengetahui lebih lanjut tentang gender adalah supaya kita tidak mengalami ketidakadilan yang seringkali terjadi ketika individu atau kelompok tidak “cocok” dengan norma-norma yang telah ditentukan oleh masyarakat. Ketidakadilan ini merugikan individu secara psikologis dan kesehatan seperti yang sudah dicontohkan di atas. Tentunya kita semua tidak mau hal tersebut terjadi, kan? (Han)

Ayu Garickha

Relawan KISARA

Referensi:

Torgrimson, B. N., & Minson, C. T. (2005). Sex and Gender: What is The Difference? Journal of Applied Physiology Vol. 99 No. 3 , 785-787.

WHO. (n.d.). Gender. Retrieved March 28, 2018, from World Healt Organization: Gender, Equity and Human rights: http://www.who.int/gender-equity-rights/understanding/gender-definition/en/

Leave a Replay

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top