[Ngetren] VLOG: Media Pendidikan Kesehatan Reproduksi yang Kreatif dan Inovatif

Perlengkapan-untuk-ngVlog

Oleh : I Dewa Agung Ary Aditya Wibawa – SMK Negeri Bali Mandara (Juara 3 lomba artikel IYD 2017)

“Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan generasi muda Untuk mendidik diri mereka sendiri seumur hidup mereka.” -Robert Maynard Hutchins-

Datang dan lupakan, itulah cerminan pendidikan kesehatan reproduksi selama ini. Bagaimana tidak? Melihat metode pendidikan kesehatan reproduksi hanya sebatas pemberian ceramah ataupun lewat selebaran poster yang padat dengan tulisan. Semenarik apapun materinya kalau metodenya semacam menyaksikan orang yang berbicara didepan dengan slide presentasi, materinya tidak akan menarik. Apalagi yang menjadi sasarannya adalah seorang remaja. Melihat realita selama ini, metode sosialisasi atau ceramah sudah tidak relevan untuk remaja masa kini. Sosialisasi atau ceramah hanya membuat remaja mengantuk dan untuk kesekian kalinya mereka hanya datang dan lupakan dalam ceramah tersebut. sehingga perlu metode yang baru yang sesuai dengan remaja masa kini.

VLOG mungkin bisa menjadi alternatif solusi. Mengingat VLOG saat ini sedang digandrungi di kalangan remaja yang dibuktikan dari remaja yang kini berbondong-bondong mendirikan channel Youtube. Lalu bagaimana pendidikan kesehatan reproduksi bisa disampaikan lewat VLOG? VLOG ini akan dikreasikan dengan berbagai cara. Yang pertama adalah VLOG tips dan trik. VLOG ini akan berisi tips dan trik bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi untuk remaja. VLOG ini tidak bersifat formal tetapi dikemas dengan gaya yang santai cenderung komedi namun masih mengarah ke inti konten. Sehingga mereka mengetahui cara yang benar dalam menjaga kesehatan reproduksi yang baik dan benar.

Kreasi yang kedua adalah VLOG mitos atau fakta. VLOG ini memuat tentang mitos atau fakta mengenai kesehatan reproduksi yang dikemas dalam gaya penyampaian yang menarik bila perlu dengan tambahan desain grafis. VLOG ini akan membantu pemahaman remaja mana yang sebenarnya hal yang benar dan salah tentang kesehatan reproduksi sehingga selain mengetahui cara menjaga kesehatan reproduksi mereka juga memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi yang membuat mereka semakin baik dalam menjaga kesehatan reproduksi. Ketika VLOG tersebut sudah selesai maka setiap kelompok akan diberikan kebebasan untuk publikasi, bisa melalui Youtube dengan channel masing-masing, lewat sosial media Instagram atau Facebook, atu membuat sebuah acara yang bekerja sama dengan kelompok lain yaitu acara pemutaran seluruh VLOG yang ditayangkan kepada seluruh warga sekolah sehingga dapat menambah keseruan dari menonton VLOG tersebut.

Media ini akan menjadikan pendidikan kesehatan reproduksi semakin efektif mengingat dari proses pembuatan saja mereka sudah mengetahui lebih dalam tentang kesehatan reproduksi. Mengingat mereka perlu untuk memahami ilmu tentang kesehatan reproduksi sebelum membuat VLOG tips dan trik atau VLOG mitos fakta sehingga mampu membuat VLOG yang berbobot dan menarik untuk disaksikan. Dari penonton juga akan lebih cepat dan menikmati dalam memahami materi tentang bagaimana menjaga kesehatan reproduksi karena dikemas dengan media berupa VLOG yang menarik perhatian mereka. Apalagi kalau VLOG tersebut menjadi trending atau populer maka para remaja akan berbondong-bondong untuk menjaga kesehatan reproduksi sebagai tren gaya hidup mereka.

Sesuai dengan kutipan dari Robert Maynard Hutchins bahwa tujuan pendidikan adalah untuk memepersiapkan remaja agar mereka dapat mendidik diri mereka seumur hidup. Dalam konteks ini kutipan tersebut dapat menjawab pertanyaan “kenapa kita harus menemukan metode yang tepat dalam pendidikan kesehatan reproduksi?” jawabannya adalah metode pendidikan yang digunakan menentukan pengetahuan yang diberikan. Baik buruknya pengetahuan yang didapat melalui metode pendidikan tersebut akan menjadi bekal mereka dalam menghadapi masa remaja dan kehidupan kedepannya. Jika baik, maka mereka dapat mendidik diri mereka menuju jalan yang baik dan menjadi sosok yang bersinar di masa depan. Tetapi kalau buruk maka mereka akan menuntun diri mereka menuju lubang kegelapan

Leave a Replay

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top