PARAFILIA

parafilia 02 PARAFILIAPerilaku seksual dilakukan oleh seseorang adalah untuk mencapai suatu titik yang disebut dengan kepuasan seksual. Perilaku seksual terjadi dilatari oleh adanya dorongan seksual pada individu, yang pada tahap selanjutnya akan dituangkan ke dalam aktivitas-aktivitas seksual, sehingga tercapailah kepuasan seksual tersebut. Nah, kepuasan seksual inilah yang pencapaiannya tidak selalu sama pada masing-masing individu. Ada beberapa orang yang untuk mencapai kepuasan tersebut harus menempuh jalan yang sedikit berbeda dengan apa yang dipandang sebagai perilaku seksual yang “normal” oleh masyarakat kebanyakan.

 

Istilah perilaku seksual “normal” itu sendiri sesungguhnya merupakan istilah yang diciptakan oleh komunitas tertentu. Normal bagi sebagian pihak belum tentu dipandang normal pula oleh sudut pandang yang lain. Normal bagi mereka yang tidak menyimpang belum tentu akan dianggap normal oleh mereka yang berperilaku menyimpang dari kebiasaan orang kebanyakan lho.

Kamu pernah denger Parafilia?

Yap, Parafilia merupakan istilah yang kerap digunakan secara bergantian dengan istilah penyimpangan/deviasi seksual. Taukah kamu bahwa istilah parafilia ternyata berasal dari bahasa Yunani. Parafilia tersusun oleh kata para dan filia. Kata para dapat diartikan sebagai suatu hal yang tidak biasa, atau hal yang berbeda dari biasanya. Sementara kata filia yang berasal dari kata filos sendiri berarti cinta atau ketertarikan. Maka parafilia dapat diartikan sebagai suatu bentuk ketertarikan yang tidak biasa, atau suatu bentuk perilaku seksual yang dirasa berbeda dan berada di luar jalur yang dianggap biasa oleh masyarakat.

Parafiliamerujuk pada semua kebutuhan yang tak terkendali akan khayalan, tindakan atau objek yang tak lazim dengan tujuan memperoleh kesenangan seksual. Di dalamnya termasuk juga kebiasaan menggunakan benda-benda mati (pakaian, perhiasan dan benda-benda tertentu yang berkaitan dengan lawan jenis), mendapatkan kenikmatan dari kesakitan dan rasa terhina (pada diri sendiri atau orang lain), serta melakukan aktivitas seksual dengan orang yang tidak mau melakukannya. Nah, maka dari itu yang perlu diperhatikan untuk menentukan apakah perilaku seksual seseorang tersebut termasuk parafilia ialah dilihat dari metode yang digunakan dalam berperilaku seksual, orientasi, frekuensinya, serta keterpaksaan seseorang dalam melakukan perilaku seksual dimaksud.

Lalu apakah Homoseksual dan Biseksual termasuk menyimpang?

Tentu saja bukan. Pemahaman masyarakat pun terkadang masih ada yang menyimpang ya. Hehehhe… Sebelumnya harus dapat dibedakan dulu yang mana dimaksud dengan parafilia dan yang mana keberagaman seksual. Homoseksual, biseksual, serta heteroseksual merupakan orientasi seksual seseorang, dan  bukan lagi masuk katagori penyimpangan. (lebih jelas baca artikel Bagaimana Jika Aku LGBTIQ).

Nah untuk lebih jelas memahami yang dimaksud dengan Parafilia, mari kita lihat penjelasan dari beberapa contoh bentuk Parafilia berikut ini :

  1. Sadomasokisme
    Sadisme  seksual  termasuk  kelainan  seksual.  Dalam  hal  ini  kepuasan  seksual  dapat  diperoleh  bila  mereka  melakukan  hubungan  seksual  dengan  terlebih  dahulu  menyakiti  atau  menyiksa  pasangannya.  Sedangkan  masokisme  seksual  merupakan  kebalikan  dari  sadisme seksual.  Seseorang  dengan  sengaja  membiarkan  dirinya  disakiti  atau disiksa  untuk  memperoleh  kepuasan  seksual,  bentuk  penyimpangan seksual  ini  umumnya  terjadi  karena  adanya  disfungsi  kepuasan seksual.
  2. Eksibisionisme
    Pelaku  ekshibisionisme  akan  memperoleh  kepuasan  seksualnya  dengan  memperlihatkan alat kelamin  mereka kepada orang  lain  yang sesuai  dengan  kehendaknya.  Bila  korban  terkejut,  jijik  dan  menjerit  ketakutan,  ia  akan  semakin  terangsang.  Kondisi  seperti  ini  sebagian besar pelakunya adalah pria, modusnya dengan memperlihatkan alat kelaminnya yang bisa dilanjutkan  dengan  masturbasi  hingga  ejakulasi.  Bisa juga pelaku  tanpa  rasa  malu  menunjukkan  alat kelaminnya kepada orang  lain sekedar untuk  menunjukkannya dengan  rasa bangga.
  3. Voyeurisme
    Istilah  voyeurisme  disebut  juga  scoptophilia  berasal  dari  bahasa  Prancis  yakni  vayeur  yang  artinya  mengintip.  Pengidap  kelainan  ini  akan  memperoleh  kepuasan  seksual  dengan  cara  mengintip  atau  melihat  orang  lain  yang  sedang  telanjang,  mandi  atau  bahkan  berhubungan  seksual.  Setelah  melakukan  kegiatan  mengintipnya,  penderita tidak melakukan tindakan lebih lanjut terhadap korban yang  diintip. Pelaku hanya mengintip atau melihat, tidak lebih. Ejakuasinya  dilakukan  dengan  cara  bermasturbasi  setelah  atau  selama  mengintip  atau  melihat  korbannya.  Dengan  kata  lain,  kegiatan  mengintip  atau  melihat  tadi  merupakan  rangsangan  seksual  bagi  penderita  untuk memperoleh kepuasan seksual, atau seringkali, cukup dengan mengintip saja dia sudah puas secara seksual.
  4. Pedofilia.
    Yaitu  jenis parafilia  dimana  individu  yang  telah  dewasa  memiliki  orientasi  pencapaian  kepuasan  seksual    melalui  cara  hubungan  fisik  atau  hubungan  seks  yang  bersifat  merangsang  dengan  anak-anak  di  bawah umur.
  5. Incest
    Adalah  hubungan  seks  yang dilakukan dengan  sesama  anggota  keluarga  sendiri  non  suami istri, seperti antara ayah dan anak perempuan, ibu dengan anak laki-laki,  saudara  laki-laki  dengan  saudara  perempuan  sekandung, kategori incest sendiri sebenarnya cukup luas, di beberapa kebudayaan tertentu  hubungan  seksual  yang  dilakukan  antara  paman  dan keponakan atau sepupu atau bahkan galur seketurunan (family) dapat dikategorikan sebagai perbuatan incest.
  6. Nekrofilia.
    Bentuk  parafilia  dimana  individu  pelaku nekrofilia  memiki orientasi kepuasan seksual  melalui kontak  fisik  yang  bersifat merangsang atau hubungan seksual dengan pasangan yang dipilih adalah jenasah atau orang yang telah meninggal. Bisa dengan menggali kuburan, membunuh terlebih dahulu, atau dibuat tidak berdaya dengan obat atau bahan yang bisa membuat pingsan atau meninggal saat itu juga.
  7. Froteurisme
    Yaitu suatu bentuk parafilia di mana seorang individu laki-laki  mendapatkan  kepuasan  seksual  dengan  cara  menggesekkan  atau menggosokkan alat kelaminnya ke tubuh perempuan di tempat publik  atau umum.
  8. Zoofilia
    Zoofilia  adalah  salah  satu  bentuk  parafilia  dimana  terdapat  orang  atau  individu  yang  terangsang  melihat  hewan dan selanjutnya melakukan hubungan seks dengan hewan.

Kenapa bisa berbeda dengan orang banyak?

Parafilia  pada  dasarnya  adalah  perbuatan  disasosiatif  dalam  diri  individu  lho, yang  diakibatkan  oleh karena  adanya pengaruh  internal  maupun eksternal sekitar individu. Faktor internal individu yang berkaitan dengan terjadinya parafilia ialah, genetik bawaan, sikap mudah terpengaruh, serta sikap asertif. Seseorang juga dapat mengalami beberapa bentuk parafilia karena tidak dapat menyalurkan dorongan hasrat seksual yang dimilikinya sebelumnya, sehingga mencoba melakukan pengalihan-pengalihan perilaku seperti dengan cara lain seperti mengintip (Voyeurism) atau bahkan melakukannya tidak dengan objek yang merupakan manusia, dan lain sebagainya.

Sementara faktor eksternal biasanya berkaitan dengan lingkungan sosial individu, seperti misalnya pola asuh keluarga yang tidak baik sehingga memberikan dampak psikologis terhadap seseorang. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memberikan pendidikan seksual yang memadai dan jelas kepada anak-anak, sehingga dapat membantu mencegah munculnya gangguan seksual di masa mendatang. Di samping itu parafilia seringkali terjadi berkaitan dengan budaya masyarakat sendiri. Terkadang malah budaya tertentu yang membentuk perilaku-perilaku yang apabila dilihat dari kaca mata masyarakat lain, hal itu dianggap tidak normal.

Sekarang sesungguhnya tantangan kita bukan hanya sebatas melihat perilaku seksual tersebut normal atau tidak yah.. Tetapi bagaimana kita dapat memaknai dan melakukan perilaku seksual yang sehat, aman, terproteksi dan tidak berisiko.

Jika orang disekitarmu adalah seorang parafilia, sejauh tidak ada tindakan yang bertentangan dengan hukum yang dilakukan maka kamu dapat mendampinginya dengan memberikan support, dan bersikaplah biasa saja seperti halnya dengan mereka lainnya. icon smile PARAFILIA

 

Ilustrasi: http://4.bp.blogspot.com/-IrrkEXGljn4/TnZFSNxXqwI/AAAAAAAABBs/AVm6Yj-_DoU/s320/parafilia_02.jpg

Puisi: Raguku Padamu

 

Sekian lama kita jalani hari bersama
Berbagi suka maupun duka
Bersama merangkai cerita mengukir kenangan

Sampai kini kusadari..
Semua telah terasa berbeda
Tak ada lagi canda tawa diantara kita
Ta ada lagi senyuman manis ketika bersama

Perlahan mulai terbersit tanya dalam hati
Masihkah cintamu untukku ?

 

(Kadjip/KISARA)

3 o’clock class: Parafilia

Denpasar – 3 o’clock class (3oc) merupakan salah satu program rutin dari PO Conseling Resource and Maintenance. Topik setiap 3oc dipilih berdasarkan poling pilihan terbanyak dari para relawan, dan topik 3oc kali ini (15 april 2012) adalah Parafilia. Pematerinya adalah dokter Oka Negara.

385579 361592490559190 103020719749703 1110890 1673388186 n 3 o’clock class: Parafilia

Menurut beliau “tidak penting untuk mengetahui parafilia, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memposisikan diri kita dan bertindak ketika kita berhadapan dengan parafilia“.

Beberapa orang mengatakan Parafilia merupakan Penyimpangan Seksual. Kata menyimpang berarti mempunyai konstruksi yang berbeda dan siap menerima resiko. Penyimpangan dapat dikatakan apabila ada pada tempat yang salah/buruk. Parafilia berasal dari banyak kata yaitu ”feel = perasaan”, “filia = ketertarikan”, “fitos = ketertarikan (berasal dari bahasa percintaan)”. Parafilia adalah berbagai macam kisah ketertarikan yang tidak biasa.

Banyak hal yang dibahas oleh dokter Oka sebelum menginjak kepada topik Parafilia, salah satunya adalah pemahaman mengenai Sex/Seks. Tidak banyak orang yang tahu bahwa sebenarnya arti kata sex memiliki banyak konstruksi, diantaranya:

1. Reproduksi
Konstruksi seks untuk reproduksi adalah untuk memperoleh keturunan, sehingga dalam hal ini memunculkan program KB (Keluarga Berencana) dengan alat kontrasepsi yang memunculkan reproduksi seksual.

2. Rekreasi
Seks sebagai rekreasi adalah seks yang digunakan untuk kepuasan/rasa senang. Dalam hal ini, seks dapat membuat usia manusia lebih panjang. Dimana adanya endorphin yang terletak di otak mengeluarkan nitrit okxite yang diedarkan melaui pembuluh darah yang menyebabkan manusia memiliki usia panjang. Disarankan hubungan seksual dilakukan setiap 72 jam/ 3 hari sekali.

3. Institusi
Melibatkan persyaratan tertentu. Misalnya sudah menikah. Pasangan yang melakukan hubungan seksual adalah pasangan yang sudah terikat status yang resmi.

4. Relasi
Seks dilakukan berdasarkan kedekatan seseorang tanpa adanya status yang mengikat pasti. Dalam hal ini orang yang melakukan hubungan seksual hanya memiliki kedekatan tanpa adanya status yang mengikat.

5. Bisnis/komersial
Seks yang dilakukan untuk mendapatkan/memperoleh  uang. Dilakukan hanya untuk pekerjaan tanpa memikirkan kesenangan dari pemberi seks.

Pada intinya Parafilia sangat erat kaitannya dengan perilaku seksual. Seperti arti dari kata Parafilia (feel) yang berarti perasaan atau tindakan yang dilakukan bukan karena suatu alasan, melainkan suatu perasaan yang dirasakan oleh seseorang. Banyak anggapan hal ini berdasarkan normal atu tidak normalnya seseorang. Sesungguhnya konstruksi seksual yang berkaitan dengan parafilia terdiri dari normal, wajar, sehat, aman, terproteksi, dan tidak beresiko. Ada beberapa pendorong terjadinya parafilia, yaitu faktor eksternal dan internal. Salah satu contoh faktor eksternalnya adalah terpengaruh dengan lingkungan pergaulan, dan salah stu contoh faktor internalnya adalah pola asuh dan juga dari bawaan/genetik.

Apa yang sebaiknya dilakukan apabila melihat atau mengenal seseorang yang Parafilia ?

Ketika Parafilia tersebut tidak bertentangan dengan hukum, pahami, dampingi, hargai, dan jangan dikucilkan.

 

(ERNI/KISARA)

Pelatihan Pemetaan Remaja Risiko Tinggi | Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN)

Bandung – Strategi dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan AIDS 2010-2014 dikembangkan berdasarkan arahan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 yang mengemukakan upaya pencegahan sebagai salah satu strategi utama dalam penanggulangan penyakit menular ini. Dari serangkaian upaya pencegahan, pencegahan primer pada kelompok muda usia 15-24 tahun merupakan pilihan yang paling strategis dalam rangka mengupayakan sesedikit mungkin remaja mulai berperilaku berisiko. Berdasarkan hasil analisa situasi dan respon penanggulangan AIDS pada remaja, didapatkan bahwa belum ada pemetaan remaja risiko tinggi yang khusus pada usia 15-24 tahun dan mendapatkan program penanggulangan AIDS yang comprehensive dan ramah remaja.

IMG01122 20120329 0953 Pelatihan Pemetaan Remaja Risiko Tinggi | Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN)

Dalam rangka pengembangan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS pada Penduduk Muda 15-24 tahun (RAN Remaja) yang merupakan dokumen untuk melengkapi Strategi dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS Tahun 2010-2014, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) melaksanakan pelatihan pemetaan remaja risiko tinggi untuk melengkapi kekhususan data fisik dan geografis populasi kunci remaja yang akan dijadikan bahan awal untuk perencanaan program remaja risiko tinggi  di Indonesia. Tujuan dilaksanakan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas pelaksana program dalam melakukan pemetaan remaja risiko tinggi dan memanfaatkan hasil pemetaan untuk perencanaan dan implementasi program remaja risiko tinggi serta merencanakan tindak lanjut pemetaan remaja risiko tinggi di daerah masing-masing.

IMG01123 20120329 0953 Pelatihan Pemetaan Remaja Risiko Tinggi | Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN)

Pelatihan ini dilaksanakan di Kota Bandung, Jawa Barat pada 27 – 29 Maret 2012. Peserta dari pelatihan ini adalah satu orang perwakilan dari Pengelola Monev KPA Provinsi dan satu orang perwakilan Youth Center PKBI dari delapan provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Selain itu, dalam pelatihan ini juga hadir perwakilan Konsultan Komunikasi Remaja dan Aliansi Remaja Independen (ARI) serta LSM yang mendampingi remaja berisiko di Kota Bandung yaitu Klinik Mawar, Rumah Cemara, Yayasan Abiasa dan Yayasan Srikandi Pasundan.

Pelatihan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti sharing pengalaman, pemberian materi terkait pemetaan remaja risiko tinggi, diskusi membahas pedoman pemetaan yang sudah disiapkan oleh KPAN, Praktek Lapangan melakukan pemetaan di lokasi yang menjadi tempat remaja berisiko berkumpul di Kota Bandung, presentasi hasil praktek lapangan serta merencanakan rencana tindak lanjut pemetaan di provinsi masing-masing.

Materi mengenai pemetaan remaja risiko tinggi difasilitasi oleh Bapak Ignatius atau yang akrab disapa Pak Gambit, pada sesi ini dijelaskan mengenai bagaimana tahap-tahap melakukan pemetaan kepada kelompok remaja risiko tinggi, metode yang digunakan dalam pemetaan serta pengumpulan data sampai penulisan laporan. Dalam pelatihan ini yang menjadi kelompok remaja risiko tinggi adalah remaja WPS (Wanita Pekerja Seks), Remaja Penasun (Pengguna Narkoba Suntik), Remaja Waria/Transgender dan Remaja LSL (Lelaki yang berhubungan Seks dengan Lelaki lainnya).

Di akhir kegiatan masing-masing provinsi diberikan tugas untuk melakukan pemetaan remaja risiko tinggi di satu Lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya remaja risiko tinggi.

(CHAKI/KISARA)

RANKPAN Pelatihan Pemetaan Remaja Risiko Tinggi | Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN)

Lomba Lip Sync Lagu 2012

 

Masih ingat aksi Sinta dan Jojo dalam lagu Keong Racun ?
Briptu Norman Kamaru Caiya Caiya ?
atau Momoy Palaboy ???

Yap, mereka semua adalah artis yang ngetop karena video Lip Sync mereka yang beredar di media massa. Nah buat kamu yang juga mempunyai kemampuan yang sama seperti mereka atau bahkan lebih dibidang Lip Sync Lagu, jangan lewatkan Lomba Lip Sync Lagu yang diadakan oleh KISARA.

Dalam rangka hari jadinya yang ke 18, KISARA menyertakan Lomba Lip Sync Lagu sebagai rangkaian dari kegiatan tahunan ini. Nah buat kamu yang mempunyai talent dibidang ini dan pastinya berminat untuk ikutan, liat persyaratan atau kriterianya di bawah ini.

Lomba Lip Sync copy compress 212x300 Lomba Lip Sync Lagu 2012

KRITERIA LOMBA LIP SYNC LAGU 2012

Syarat:

  1. Peserta bebas perorangan atau berkelompok
  2. Pendaftaran gratis
  3. Peserta memilih lagu bergendre bebas dengan format mp3 dan durasi max 10 menit
  4. Peserta mengumpulkan video lip sync dan diseleksi oleh juri
  5. Penilaian terpusat pada ketepatan mimic lagu dan gerakan peserta serta tampilan peserta
  6. Lima peserta terbaik akan tampil pada final
  7. Final diadakan live pada acara puncak HUT KISARA ke-18
  8. Pada saat final Peserta menggunakan kostum semenarik mungkin (sesuai dengan lagu yang dibawakan)
  9. Pada lomba lip sync ini akan dicari JUARA I, JUARA II, dan JUARA favorit dan mendapatkan trofi dan uang tunai
  10. Juara favorit di peroleh pada saat final
  11. Keputusan juri tidak dapat di ganggu gugat
  12. Pendaftaran pada 16 april s/d 30 April 2012
  13. Pendaftaran dapat dilakukan pada

SEKRETARIAT LOMBA LIP SYNC
KISARA PKBI BALI
JL. GATOT SUBROTO IV/6 DENPASAR, lantai 3

Kriteria Lomba dapat di download di: sini

Form Pendaftaran dapat di download di: FORM PENDAFTARAN LOMBA LIP SYNC LAGU 2012

 

Tunggu apa lagi, buktiin kalau kamu lebih jago dari sinta jojo, briptu norman kamaru, momoy palaboy, dan lainnya…
GreatIdea Lomba Lip Sync Lagu 2012

 

Info lebih lanjut:
Wida   : 081933077974
Tia       : 082146184124

Puisi: PELANGI bernama CINTA

 pelangi cinta Puisi: PELANGI bernama CINTA

PELANGI bernama CINTA

Rintik hujan berpadu
Bias sinar matahari, terbingkai indah dalam pelangi..
Rinti hati tersatu
Bias sinar matahati, terbingkai indah binar cinta

Binar binar cinta, pelangi
Satu sisi tampak indah,
Sisi lainnya ia hanyalah bias sinar,
Bingkai Air mata, mata hati

Cinta..
Dari mata turun ke hati
Mengalir seperti air menjadi air mata

Aliran air mata,
Dari sebuah perjalanan padang duri,
Perjalanan yang dijalani kan hasilkan banyak luka
Namun, luka kan buatmu mengerti arti bangkit,
Sadar arti mengobati
Belajar arti tegar
Acuh akan derita
Dan paham arti AKU

Cinta bukan berjalan di depan
Bukan menuntun di belakang
Bukan melangkah meninggalkan
Bukan mendahului berlari
Bukan menanti menunggu
Namun, cinta MARI KITA BERJALAN BERSAMA

Mari melangkah berdampingan

Dalam cinta..
Walau ketegaran adalah ikrar
Aku tetaplah sebuah tembikar
Yang tak mampu bila terbakar
Yang tak kokoh mendengar terlalunya kelakar
Hatipun bisa terbakar
Sirna cinta tak lagi berakar

 

(NATA ALYA/KISARA)

Lomba Cerdas Cermat KISARA 2012

LCC compress 212x300 Lomba Cerdas Cermat KISARA 2012KRITERIA PESERTA LOMBA CERDAS CERMAT KISARA 2012

  1. Peserta merupakan siswa-siswi SMP se – Bali atau sederajat
  2. Satu sekolah hanya dapat mengirim wakilnya maksimal 2 tim
  3. Peserta setiap tim terdiri dari 3 orang dengan ketentuan 1 putra dan 2 putri atau 1 putri dan 2 putra
  4. Pendamping dari setiap sekolah adalah 1 (satu) orang
  5. Peserta lomba cerdas cermat harus menggunakan seragam identitas sekolah pada saat mengikuti lomba
  6. Materi yang akan dilombakan adalah mengenai kesehatan reproduksi remaja (HIV-AIDS, napza, seksualitas, dan kenakalan remaja)
  7. Lomba cerdas cermat terdiri dari babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final
  8. Peserta diharapkan hadir 30 menit sebelum lomba berlangsung
  9. Sebelum lomba berlangsung, setiap tim wajib mengikuti registrasi ulang
  10. Pada lomba cerdas cermat ini akan dicari tiga tim terbaik yang berhak mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, trofi dan sertifikat.
  11. Pendaftaran dimulai dari tanggal 19 Maret 2012 s/d 7 April 2012
  12. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran (terlampir) dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100.000,00/tim
  13. Tidak menerima pendaftaran pada saat lomba ataupun diluar tanggal yang disebutkan diatas.
  14. Peserta mengisi formulir pendaftaran pada lampiran dan dikembalikan pada panitia lomba cerdas cermat paling lambat tanggal 7 April 2011 melalui:

SEKRETARIAT LOMBA CERDAS CERMAT
KISARA PKBI BALI
JL. GATOT SUBROTO IV/6 DENPASAR, lantai 3

 

Klik link berikut untuk download Kriteria Lomba Cerdas Cermat KISARA: Download

Klik link berikut untuk download Form Pendaftaran Lomba Cerdas Cermat KISARA: Form Pendaftaran Lomba Cerdas Cermat KISARA 2012

 

Info lebih lanjut:
Ratna   : 081916750793
Tia       : 082146184124

PUP | Pendewasaan Usia Perkawinan

 PUP | Pendewasaan Usia PerkawinanApa itu PUP?

PUP adalah akronim dari Pendewasaan Usia Perkawinan. PUP adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tapi mengusahakan agar kehamilan pertamapun terjadi pada usia yang cukup dewasa. Bahkan harus diusahakan apabila seseoranggagal mendewasakan usia perkawinannya, maka penundaan kelahiran anak pertama harus dilakukan. Dalam istilah KIE disebut sebagai anjuran untuk mengubah bulan madu menjadi tahun madu. Pendewasaan usia perkawinan merupakan bagian dari program Keluarga Berencana Nasional. Program PUP memberikan dampak pada peningkatan umur kawin pertama yang pada gilirannya akan menurunkan Total Fertility Rate (TFR).

Pendewasaan usia perkawinan ternyata merupakan suatu kerangka yang tersusun oleh tiga masa reproduksi. Tiga masa reproduksi tersebut yaitu….

1. Masa Menunda Perkawinan dan Kehamilan
Kelahiran anak yang baik, adalah apabila dilahirkan oleh seorang ibu yang telah berusia 20 tahun. Kelahiran anak, oleh seorang ibu dibawah usia 20 tahun akan dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan anak yang bersangkutan. Oleh sebab itu sangat dianjurkan apabila seorang perempuan belum berusia 20 tahun untuk menunda perkawinannya. Apabila sudah terlanjur menjadi pasangan suami istri yang masih dibawah usia 20 tahun, maka dianjurkan untuk menunda kehamilan, dengan menggunakan alat kontrasepsi yang tepat.

2. Masa Menjarangkan kehamilan
Masa menjarangkan kehamilan terjadi pada periode PUS berada pada umur 20-35 tahun. Secara empirik diketahui bahwa PUS sebaiknya melahirkan pada periode umur 20-35 tahun, sehingga resiko-resiko medik yang diuraikan diatas tidak terjadi. Dalam periode 15 tahun (usia 20-35 tahun) dianjurkan untuk memiliki 2 anak. Sehingga jarak ideal antara dua kelahiran bagi PUS kelompok ini adalah sekitar 7-8 tahun. Patokannya adalah jangan terjadi dua balita dalam periode 5 tahun. Untuk menjarangkan kehamilan dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi. Pemakaian alat kontrasepsi pada tahap ini dilaksanakan untuk menjarangkan kelahiran agar ibu dapat menyusui anaknya dengan cukup banyak dan lama.

3. Masa Mencegah Kehamilan
Masa pencegahan kehamilan berada pada periode PUS berumur 35 tahun keatas. Sebab secara empirik diketahui melahirkan anak diatas usia 35 tahun banyak mengalami resiko medik. Pencegahan kehamilan adalah proses yang dilakukan dengan menggunakan alat kontrasepsi. Kontrasepsi yang akan dipakai diharapkan berlangsung sampai umur reproduksi dari PUS yang bersangkutan yaitu sekitar 20 tahun dimana PUS sudah berumur 50 tahun.

Mengapa perlu menunda usia perkawinan?

Program pendewasaan usia perkawinan memberikan pengertian dan kesadaran kepada kalian para remaja agar dalam merencanakan keluarga, kalian dapat mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran.

Nah, perlu kamu ketahui beberapa alasan mengapa kamu perlu menunda usia kawin pertama dan kehamilan pertamamu khususnya yang berkaitan dengan kesiapan fisik serta beberapa risiko yang dapat kamu alami apabila dilihat dari sudut pandang medis, seperti :

  1. Kondisi rahim dan panggul belum berkembang optimal sehingga dapat mengakibatkan risiko kesakitan dan kematian pada saat persalinan, nifas serta bayi kamu.
  2. Kemungkinan timbulnya risiko medik seperti keguguran, preeklamsia (tekanan darah tinggi, cedema, proteinuria), eklamsia (keracunan kehamilan), timbulnya kesulitan persalinan, lahir sebelum waktunya, Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR), Fistula Vesikovaginal (merembesnya air seni ke vagina), Fistula Retrovaginal (keluarnya gas dan feses/tinja ke vagina).

Oleh karena itu mulai sekarang perlu kamu pertimbangkan  untuk meningkatkan usia kawinmu jadi lebih dewasa lagi. Sehingga kamu bisa mempersiapkan dan menyongsong masa depanmu dengan lebih terencana dan lebih baik.

graphics just married 088937 PUP | Pendewasaan Usia Perkawinan

 

Sumber:
Pendewasaan usia perkawinan dan hak-hak reproduksi bagi remaja Indonesia CERITA. Cerita Remaja Indonesia. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-hak Reproduksi. 2008. Jakarta.

Ilustrasi:

http://ratihyp.files.wordpress.com/2009/05/weddingcartoon1.jpg?w=450

http://www.picgifs.com/graphics/j/just-married/graphics-just-married-088937.gif

Bagaimana Jika Aku LGBTIQ?

0634304620X310 Bagaimana Jika Aku LGBTIQ?

Pernah dengar tentang LGBTIQ? Atau mungkin kamu pernah mendengar pengalaman temanmu yang termasuk LGBTIQ?

Bingung, sedih, marah, kesal adalah reaksi yang seringkali dialami ketika seseorang menyadari dirinya adalah bagian dari LGBTIQ. Reaksi yang amat sering muncul karena besarnya tekanan dari masyarakat terhadap LGBTIQ akibat kurangnya informasi mengenai seksualitas.

Lalu apa itu LGBTIQ?

LGBTIQ adalah sebuah singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/ Transseksual, Queer/Questioning, yang merupakan keberagaman orientasi seksual dan identitas gender yang dimiliki manusia. Orientasi seksual yang dimaksud adalah ketertarikan secara emosional dan seksual kepada jenis kelamin tertentu. Secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga yakni, heteroseksual atau orang yang tertarik secara emosi dan seksual terhadap lawan jenisnya, biseksual atau orang yang tertarik secara emosi dan seksual terhadap kedua jenis kelamin, serta homoseksual atau orang yang tertarik secaraa emosi dan seksual terhadap sesama jenisnya.

Sementara itu, identitas gender menyangkut mengenai bagaimana seseorang mengidentifikasikan dirinya, apakah sebagai laki-laki ataukah perempuan. Identitas gender merupakan definisi kelelaki-lelakian atau keperempuanan yang dikontruksikan secara kultural. Identitas gender ini diterima oleh seseorang serta terwujud dalam tindakan, perilaku, dan nilai-nilai pribadi.

Identitas gender diperoleh seseorang melalui proses sosialisasi gender yang dialami mulai dari lahir hingga pengakuan terhadap dirinya sebagai laki-laki atau perempuan, maskulin atau feminin, yang semuanya berada dalam konteks kultural dari orang yang bersangkutan. Contohnya, seorang perempuan yang mengidentifikasikan dirinya sebagai perempuan tidak selalu heteroseksual, atau seorang yang secara biologis laki-laki tapi mengidentifikasikan dirinya sebagai perempuan, tidak menjamin orientasi seksualnya homoseksual. Orientasi seksual seseorang tersebut tidak ditentukan oleh identitas gendernya, demikian juga sebaliknya.

Nah sekarang mari kita cari tahu dulu yuk, apa sih yang dimaksud dengan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/ Transseksual, serta Queer/Questioning yang termasuk dalam LGBTIQ itu…

  • Lesbian adalah sebutan bagi perempuan yang memiliki ketertarikan secara emosi dan seksual kepada sesama perempuan.
  • Gay adalah laki-laki yang memiliki ketertarikan secara emosi dan seksual kepada sesama laki-laki. Lesbian dan Gay merupakan bagian dari homoseksual. Lesbian diistilahkan bagi perempuan sementara gay bagi laki-laki.
  • Biseksual seperti yang dijelaskan di atas adalah orang yang tertarik secara emosi dan seksual terhadap kedua jenis kelamin.
    Contohnya seorang laki-laki yang tertarik dengan laki-laki juga tertarik dengan  perempuan, meski dengan ataupun tidak dalam waktu yang bersamaan.
  • Transgender adalah orang yang hidup atau menginginkan hidup sebagai anggota gender yang lain. Seorang transgender tidak menginginkan pergantian alat kelamin. Ternyata Transgender itu berbeda lho dengan Transseksual.
    Transseksual
    adalah istilah bagi orang yang hidup atau menginginkan hidupnya  sebagai lawan jenis kelamin yang dimilikinya. Biasanya seseorang baru disebut Transseksual ketika sudah berganti kelamin.
    Contohnya seorang perempuan berganti kelamin dengan melakukan terapi hormon dan operasi pergantian kelamin menjadi laki-laki, begitu pula sebaliknya. Sedangkan Interseks merupakan istilah bagi  orang yang memiliki kelamin ganda.
  • Queer adalah istilah yang muncul untuk merangkul banyaknya variasi seksualitas manusia yang tidak bisa atau pun tidak mau dimasukkan dalam satu kelompok tertentu.
    Sementara Questioning adalah istilah yang biasa digunakan bagi orang yang sedang dalam proses mempertanyakan siapa dirinya, apa orientasi seksualnya, dan apa identitas seksualnya.

Ternyata selama ini masih banyak teman-teman kita yang termasuk LGBTIQ mendapat kekerasan dari masyarakat atau bahkan keluarganya sendiri. Termasuk dalam hal pemaksaan untuk mengubah orientasi seksualnya. Contohnya, dari homoseksual menjadi heteroseksual. Hal ini terjadi karena masih pemahaman heteronormalitas masyarakat, dimana hanya orientasi heteroseksual lah yang dianggap normal.

Sementara orientasi lainnya seperti homoseksual dianggap melanggar norma atau aturan yang berlaku di masyarakat dan agama, dan sampai sekarang masih ada yang beranggapan bahwa itu merupakan salah satu bentuk kelainan jiwa. Padahal dalam Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa (PPDGJ III, 2002), homoseksual tidak termasuk golongan gangguan jiwa.

Jadi pendapat selama ini yang mengatakan bahwa homoseksual merupakan gangguan jiwa atau penyimpangan seksual dan tidak normal adalah salah besar. Terlebih lagi orientasi itu kan sesungguhnya memang merupakan hak pilihan yang dimiliki tiap individu.

Jika Kamu LGBTIQ..

Jadi apabila kamu merasa sebagai seorang LGBTIQ maka kamu sebaiknya jangan panik dan jangan sampai kamu membenci ataupun menyakiti dirimu sendiri, karena itu bukanlah suatu hal yang menyimpang. Kamu dapat mencoba beberapa cara, seperti beri waktu pada dirimu sendiri untuk meyakinkan tentang apa yang kamu rasakan dan cobalah jujur untuk pada dirimu sendiri. Jangan sampai kamu memaksakan dirimu untuk menjadi sesuatu yang sesungguhnya itu bukan kamu.

Selain itu kamu juga melengkapinya dengan informasi-informasi yang akurat mengenai LGBTIQ dari sumber yang terpercaya, sehingga kamu tidak akan salah dalam menilai dirimu. Bila perlu carilah teman yang terpercaya untuk mendengarkan ceritamu, setidaknya itu dapat mengurangi beban pikiranmu.

Sementara bagi kalian yang memiliki teman LGBTIQ jadilah pendengar dan penyemangat bagi teman kalian, jangan ditinggalkan, dijauhi, apalagi dikucilkan, mereka juga manusia seperti kita kan, dan tentu saja kita harus tetap berpikir positif menyikapi hal-hal seperti ini. Itu kamu, dan itu tidak salah.

 

Referensi:

  • Lebih Dekat Dengan LGBTIQ. 2009. Youth Centre PKBI Bali
  • The L World
  • PLU Satu Hati

Ilustrasi: http://medan.tribunnews.com/foto/berita/2011/8/26/0634304620X310.jpg

 

GENDER ITU…

46623144 GENDER ITU...Gender…

Apa yang pertama kali melintas dalam pikiranmu ketika kamu mendengar kata itu?

Yap, simpan dulu ya pendapatnya sekarang yuk mari kita cari tahu jawabannya..

Gender itu seks? Seks itu gender?

Sampai sekarang masih banyak sekali masyarakat yang memaknai gender sebagai jenis kelamin yang membedakan antara perempuan dan laki-laki. Atau mungkin kamu juga termasuk yang berpikiran seperti itu??

Sebenarnya gender memang dapat memiliki makna sebagai jenis kelamin, namun secara sosial bukan jenis kelamin secara anatomi. Jenis kelamin secara anatomi (seks) adalah jenis kelamin yang membedakan antara perempuan dan laki-laki secara biologis, jenis kelamin ini dibawa sejak lahir, sifatnya universal, sama dari waktu ke waktu, dan tak dapat diubah, dalam artian peran perempuan dalam hal mengandung, melahirkan, menyusui, dan menghasilkan sel telur tidak dapat dipertukarkan dengan seorang laki-laki.

Pengertian ini jelaslah berbeda dengan arti gender yang sesungguhnya. Gender merupakan suatu konsep yang mengacu pada peran-peran dan tanggung jawab kamu sebagai laki-laki dan perempuan  sebagai hasil konstruksi sosial yang dapat berubah pada situasi masyarakat tertentu. Misalnya, peran gender antara perempuan dan laki-laki di daerah satu berbeda dengan daerah lainnya. Karena gender dapat memiliki bentuk berbeda sesuai dengan budaya yang dianut.

Gender itu merupakan ide dan harapan dalam arti luas yang bisa ditukarkan antara laki-laki dan perempuan. Ide tentang karakter feminim dan maskulin, kemampuan dan harapan tentang bagaimana seharusya laki-laki dan perempuan berperilaku dalam berbagai situasi. Ide-ide ini disosialisasikan lewat perantara keluarga, teman, agama dan media. Lewat perantara-perantara ini, gender terefleksikan ke dalam peran-peran, status sosial, kekuasaan politik dan ekonomi antara laki-laki dan perempuan. (Bruynde, Jackson, Wijermans, Knought & Berkven, 1997 : 7).

Gender itu… sudah jadi kodrat bagi perempuan dan laki-laki ya?

Jelas saja bukan teman-teman. Gender itu bukan kodrat. Yang dimaksud kodrat adalah keistimewaan yang diberikan sejak lahir kepada perempuan dan laki-laki dan tidak dapat dipertukarkan satu sama lain. Kodrat seperti halnya seks atau jenis kelamin yang membedakan perempuan dan laki-laki. Laki-laki punya penis, sementara perempuan punya vagina, laki-laki mengalami mimpi basah, sementara perempuan mengalami menstruasi. Kalo gender itu beda, sifatnya bisa dipertukarkan. Contohnya dalam hal berbagi peran rumah tangga seperti mencuci, memasak, dan mengurus anak, peran-peran tersebut merupakan bentukkan masyarakat yang dapat dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini karena baik laki-laki maupun perempuan pada kenyataanya bisa melakukan peran dalam rumah tangga tersebut.

Tapi bagaimana kenyataannya di masyarakat? Sebagian besar masih beranggapan itu adalah peranan yang harus dipikul oleh perempuan saja. Bagaimana menurutmu? Nggak setuju dong yah…

gender identity GENDER ITU...Gender itu… tidak adil?

Perbedaan peran dan fungsi antara laki-laki dan perempuan atau yang lebih tinggi dikenal dengan perbedaan gender yang terjadi di masyarakat tidak menjadi suatu permasalahan sepanjang perbedaan tersebut tidak mengakibatkan diskriminasi atau ketidakadilan. Patokan  atau ukuran sederhana yang dapat digunakan untuk mengukur apakah perbedaan gender itu menimbulkan ketidakadilan atau tidak dapat kamu simak pada beberapa bentuk ketidakadilan gender berikut ini :

1. Stereotype
Semua bentuk ketidakadilan gender sebenarnya berpangkal pada satu sumber kekeliruan yang sama, yaitu stereotype gender laki-laki dan perempuan. Stereotype itu sendiri berarti pemberian citra baku atau label/cap kepada seseorang atau kelompok yang didasarkan pada suatu anggapan yang salah atau sesat. Pelabelan umumnya dilakukan dalam dua hubungan atau lebih dan seringkali digunakan sebagai alasan untuk membenarkan suatu tindakan dari satu kelompok atas kelompok lainnya. Pelabelan juga menunjukkan adanya relasi kekuasaan yang timpang atau tidak seimbang  yang bertujuan untuk menaklukkan atau menguasai pihak lain. Pelabelan negative juga dapat dilakukan atas dasar anggapan gender. Namun seringkali pelabelan negative ditimpakan kepada perempuan.

Contohnya, perempuan dianggap cengeng, suka digoda, rasional, emosional, tidak bisa mengambil keputusan penting, dan perempuan dianggap sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah tambahan sementara laki-laki adalah pencari nafkah utama.

2.Kekerasan
Kekerasan (violence) artinya tindak kekerasan, baik fisik maupun non fisik yang dilakukan oleh salah satu jenis kelamin atau sebuah institusi keluarga, masyarakat atau negara terhadap jenis kelamin lainnya. Peran gender telah membedakan karakter perempuan dan laki-laki. Perempuan dianggap feminism dan laki-laki maskulin. Karakter ini kemudian mewujud dalam ciri-ciri psikologis, seperti laki-laki dianggap gagah, kuat, berani dan sebagainya. Sebaliknya perempuan dianggap lembut, lemah, penurut dan sebagainya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pembedaan itu. Namun ternyata pembedaan karakter tersebut melahirkan tindakan kekerasan, dengan anggapan bahwa perempuan itu lemah, itu diartikan sebagai alasan untuk diperlakukan semena-mena, berupa tindakan kekerasan.

Contohnya, kekerasan fisik maupun non fisik yang dilakukan oleh suami terhadap isterinya di dalam rumah tangga, pemukulan, penyiksaan dan perkosaan yang mengakibatkan perasaan tersiksa dan tertekan, pelecehan seksual, eksploitasi seks terhadap perempuan dan pornografi.

3.Beban ganda (double burden)
Beban ganda (double burden) artinya beban pekerjaan yang diterima salah satu jenis kelamin lebih banyak dibandingkan jenis kelamin lainnya. Peran reproduksi perempuan seringkali dianggap peran yang statis dan permanen. Walaupun sudah ada peningkatan jumlah perempuan yang bekerja diwilayah publik, namun tidak diiringi dengan berkurangnya beban mereka di wilayah domestik. Upaya maksimal yang dilakukan mereka adalah mensubstitusikan pekerjaan tersebut kepada perempuan lain, seperti pembantu rumah tangga atau anggota keluarga perempuan lainnya. Namun demikian, tanggung jawabnya masih tetap berada di pundak perempuan. Akibatnya mereka mengalami beban yang berlipat ganda.

4. Marjinalisasi
Marjinalisasi artinya suatu proses peminggiran akibat perbedaan jenis kelamin yang mengakibatkan kemiskinan. Banyak cara yang dapat digunakan untuk memarjinalkan seseorang atau kelompok. Salah satunya adalah dengan menggunakan asumsi gender. Misalnya dengan anggapan perempuan bekerja hanyalah untuk dirinya sendiri atau sebagai nafkah tambahan menyebabkan banyak perempuan hanya mendapatkan pekerjaan yang tidak terlalu strategis, baik dari segi gaji, jaminan kerja ataupun status dari pekerjaan yang didapatkan. Juga, karena perempuan dianggap tidak punya kemampuan analitis maka perempuan hanya diserahi pekerjaan yang bersifat teknis dan rutin.

5. Subordinasi
Subordinasi artinya suatu penilaian atau anggapan bahwa suatu peran yang dilakukan oleh satu jenis kelamin lebih rendah dari yang lain. Nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, telah memisahkan dan memilah-milah peran-peran gender, laki-laki dan perempuan. Perempuan dianggap bertanggung jawab dan memiliki peran dalam urusan domestik atau reproduksi, sementara laki-laki dalam urusan publik atau produksi. Pertanyaannya adalah, apakah peran dan fungsi dalam urusan domestik dan reproduksi mendapat penghargaan yang sama dengan peran publik dan produksi? Jika jawabannya “tidak sama”, maka itu berarti peran dan fungsi publik laki-laki. Sepanjang penghargaan sosial terhadap peran domestik dan reproduksi berbeda dengan peran publik dan reproduksi, sepanjang itu pula ketidakadilan masih berlangsung.

Contohnya, masih sedikitnya jumlah perempuan yang bekerja pada posisi atau peran pengambil keputusan atau penentu kebijakan dibanding laki-laki. Dalam pengupahan, perempuan yang menikah dianggap sebagai lajang, karena mendapat nafkah dari suami dan terkadang terkena potongan pajak, masih sedikitnya jumlah keterwakilan perempuan dalam dunia politik (anggota legislatif dan eksekutif ). Di sebuah rumah tangga masih sering kita dengar jika keuangan mereka sangat terbatas, dan harus mengambil keputusan untuk menyekolahkan anak-anak mereka, maka anak laki-laki akan mendapatkan kesempatan pertama dibandingkan anak perempuan.

Gender itu… berwarna seirama

Gender itu sesungguhnya merupakan suatu hal yang indah kalo kamu bisa memaknainya dengan benar. Gender tak akan menjadi masalah selama kita bisa menempatkan posisi dengan sesuai tanpa mengesampingkan ataupun  memberatkan salah satu pihak, hal itu bisa ditempuh dengan melakukan diskusi, pembagian peran secara adil, meningkatkan partisipasi satu sama lain antara laki-laki dan perempuan sehingga tidak ada yang terlihat lebih rendah atau lebih tinggi, dan yang yang pasti tetap saling menghormati.

Kesetaraan gender bukan berarti laki-laki harus mengerjakan semua pekerjaan perempuan ataupun sebaliknya, melainkan dibuat berimbang. Karena itu mulai dari sekarang jadilah agen perubahan sehingga bagimu nanti gender tak akan menjadi masalah lagi dengan mewujudkan gender yang setara.

Referensi:

http://www.menegpp.go.id/aplikasidata/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=52&Itemid=117

http://fsindonesia.wordpress.com/2012/02/06/keberagaman-gender-itu-unik-dan-indah/

http://www.kesrepro.info/?q=node/559

Ilustrasi:

http://1.bp.blogspot.com/-UdR70gMwm58/TyWf6isbxXI/AAAAAAAAAco/8awd0cnZMbk/s320/gender-identity.png

http://www.oecd.org/dataoecd/33/35/46623144.jpg

Kisara on

Twitter Updates

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia
Kisara Youth Clinic
Bali Blogger Community
BaleBengong.Net